April 3, 2025

Mengusung Ramah Lingkungan Lewat Batik Eco Print di Sukabumi

Mengusung Ramah Lingkungan Lewat Batik Eco Print di Sukabumi

Dalam gelaran Bincang Bisnis yang diselenggarakan oleh sukabumiupdate.com pada Kamis, 11 Mei 2023, nama Lilis Rahmayati mencuri perhatian. Perempuan inspiratif asal Sukabumi ini membagikan kisah perjalanannya mendirikan UMKM dengan konsep ramah lingkungan melalui Eco Print, sebuah metode pewarnaan kain menggunakan bahan alami.

Mengusung Ramah Lingkungan Lewat Batik Eco Print di Sukabumi

Awal Mula Lahirnya Batik Eco Print
Tak disangka, perjalanan Lilis dimulai dari keprihatinannya terhadap limbah industri tekstil yang merusak lingkungan. Ia menyadari bahwa proses pewarnaan kain konvensional mengandalkan bahan kimia yang tidak hanya mencemari air, tetapi juga berbahaya bagi kulit. Dari situ, muncul ide untuk menciptakan produk fashion yang tetap indah namun tidak merusak alam.

Lilis kemudian menggali ilmu tentang teknik eco printing, yaitu seni mencetak pola dari daun, bunga, dan bahan organik lainnya langsung ke kain. Tanpa menggunakan zat kimia berbahaya, teknik ini menghasilkan motif unik yang tak bisa ditiru oleh mesin pabrik. Dari sinilah lahir brand lokal miliknya yang membawa semangat sustainable fashion.

Tantangan di Awal Perjalanan

Tentu saja, proses membangun bisnis berbasis lingkungan tidak semudah membalik telapak tangan. Di awal usaha, Lilis harus berhadapan dengan tantangan mulai dari edukasi pasar, keterbatasan bahan baku, hingga membentuk tim yang sevisi.

Namun berkat ketekunan dan keyakinannya pada prinsip keberlanjutan, ia perlahan mulai mendapatkan kepercayaan pasar. Konsumen mulai tertarik pada produk-produk batik eco print miliknya karena tidak hanya artistik tetapi juga ramah lingkungan.

Kolaborasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Keunggulan dari Lilis bukan hanya terletak pada kreativitasnya, tetapi juga kemampuannya dalam membangun kolaborasi. Ia melibatkan para ibu rumah tangga dan petani lokal dalam pengolahan bahan pewarna alami dan proses produksi. Dengan begitu, UMKM-nya tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Dalam setiap helai kain, terkandung nilai-nilai lokal, semangat gotong royong, dan cinta pada bumi. Ini menjadi salah satu alasan mengapa Lilis masuk dalam jajaran Sukabumi Heroes 2023 — sebuah penghargaan bagi tokoh-tokoh yang memberikan kontribusi luar biasa bagi daerahnya.

Eco Print: Solusi untuk Fashion Masa Depan
Dunia mode saat ini memang tengah mengalami transformasi besar. Konsumen semakin sadar akan pentingnya produk yang tidak hanya indah, tapi juga beretika dan berkelanjutan. Di sinilah Lilis dan UMKM-nya mengambil peran penting.

Batik eco print dinilai sebagai solusi hijau di tengah krisis iklim dan limbah tekstil yang kian parah. Dengan memanfaatkan daun jati, daun ketapang, bunga kertas, dan banyak bahan alam lainnya, motif-motif eksklusif tercipta tanpa merusak lingkungan.

Kain hasil eco print tak hanya cocok untuk pakaian, tapi juga bisa dijadikan tas, syal, sepatu, hingga dekorasi rumah. Hal ini membuka peluang usaha kreatif lainnya yang tak terbatas.

Dukungan dari Pemerintah dan Komunitas
Melihat potensi besar dari UMKM berbasis eco print ini, pemerintah daerah mulai memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan, promosi, hingga akses pasar. Selain itu, Lilis juga aktif dalam berbagai komunitas pelaku UMKM kreatif yang saling berbagi ilmu dan peluang.

Ia berharap ke depan semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk menjadikan sustainable fashion sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Menurutnya, menjadi fashionable tidak harus merusak bumi.

Harapan dan Rencana ke Depan
Dalam bincang tersebut, Lilis juga menyampaikan rencana pengembangan bisnisnya. Ia berencana membuka kelas workshop eco print bagi siapa saja yang ingin belajar, serta memperluas pasar hingga ke luar negeri melalui platform digital dan pameran internasional.

“Yang saya ingin wariskan bukan hanya produk, tapi juga kesadaran bahwa kita bisa mencintai alam lewat apa yang kita pakai,” ujar Lilis dengan semangat.

Penutup
Kisah Lilis Rahmayati membuktikan bahwa sebuah usaha kecil dengan niat besar bisa berdampak luas. Melalui Eco Print, ia tak hanya menghadirkan karya indah nan alami, tapi juga menginspirasi bahwa bisnis bisa sejalan dengan pelestarian alam. Sebuah teladan nyata dari Sukabumi untuk Indonesia, bahkan dunia.

Share: Facebook Twitter Linkedin