April 4, 2025

Puluhan Warga Sukabumi Joget Wadiwaw di Live TikTok

Puluhan Warga Sukabumi Joget Wadiwaw di Live TikTok

Fenomena unik sedang terjadi di salah satu wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Puluhan warga terlihat berkumpul di sebuah tempat terbuka dan asyik berjoget mengikuti irama lagu “Wadiwaw” yang viral di media sosial. Menariknya, aksi mereka ini disiarkan secara langsung melalui aplikasi TikTok dan ditonton ribuan pengguna secara real time.

Puluhan Warga Sukabumi Joget Wadiwaw di Live TikTok

Tingkah laku warga yang berbondong-bondong menari bersama itu lantas mengundang perhatian luas dari masyarakat, terutama pengguna media sosial. Beberapa warganet merasa heran, prihatin, bahkan menyayangkan aksi tersebut. Tak sedikit yang mempertanyakan: apakah ini bentuk kreativitas, atau justru cerminan kondisi ekonomi yang memprihatinkan?

Joget Massal dan Live TikTok: Fenomena Baru di Tengah Masyarakat
Tidak dapat dipungkiri bahwa TikTok saat ini menjadi salah satu platform paling populer di Indonesia. Dari anak-anak hingga orang tua, banyak yang tergoda untuk tampil di hadapan kamera demi mendapat perhatian publik atau bahkan mencari penghasilan tambahan melalui gift dan endorsement.

Aksi puluhan warga Sukabumi ini menunjukkan bahwa media sosial sudah merambah ke berbagai lapisan masyarakat, bahkan di pelosok daerah. Mereka terlihat kompak berjoget, sebagian mengenakan kostum nyentrik, dan tak jarang membawakan tarian yang sudah dikoreografikan. Uniknya, kegiatan ini dilakukan rutin, seolah menjadi pekerjaan baru bagi sebagian warga.

Beralih Profesi Demi Cuan TikTok
Dalam beberapa video yang beredar, beberapa warga mengakui bahwa mereka sengaja mengikuti tren TikTok karena adanya peluang penghasilan dari live streaming. Melalui fitur live TikTok, penonton dapat memberikan “gift” berupa stiker atau animasi yang nantinya dapat diuangkan oleh pemilik akun. Bahkan, beberapa dari mereka mengaku penghasilan dari TikTok lebih besar dibandingkan pekerjaan mereka sebelumnya sebagai buruh harian atau pedagang kecil.

Hal ini tentu menimbulkan perdebatan. Di satu sisi, adanya alternatif penghasilan digital bisa menjadi solusi kreatif di tengah sulitnya lapangan kerja. Namun, di sisi lain, sebagian pihak khawatir jika tren ini menjadi candu dan menggeser etos kerja konvensional.

Respons Warganet: Antara Miris dan Menyayangkan

Reaksi warganet terhadap aksi berjoget massal ini pun beragam. Ada yang mendukung dengan alasan bahwa warga hanya ingin bersenang-senang dan berusaha mencari nafkah dengan cara yang sah. Namun, tidak sedikit juga yang menyayangkan, bahkan menyebut fenomena ini sebagai “potret kemiskinan yang dikemas dengan gaya pop”.

Komentar seperti “Miris, warga sampai rela berjoget demi gift TikTok”, atau “Sedih lihat orang tua ikut-ikutan live cuma buat nyari uang”, membanjiri kolom komentar. Beberapa bahkan menyarankan pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat dan memberikan pelatihan kerja yang lebih produktif.

Perlu Pendekatan Edukasi Digital
Fenomena ini menunjukkan pentingnya edukasi tentang literasi digital di tengah masyarakat. Perlu adanya pemahaman yang seimbang antara memanfaatkan platform media sosial untuk berkreativitas dan menjaga etika serta nilai-nilai kerja yang produktif. Pemerintah dan tokoh masyarakat bisa berperan aktif memberikan arahan agar warga tidak hanya mengejar viralitas, namun juga mengembangkan keterampilan yang bermanfaat jangka panjang.

Selain itu, penting juga bagi platform seperti TikTok untuk memperkuat kebijakan dan filter konten yang ditayangkan, agar tidak semua hal bisa dijadikan tontonan publik tanpa batasan.

Kesimpulan
Fenomena puluhan warga di Sukabumi yang berjoget massal dalam live TikTok adalah cerminan dari perubahan gaya hidup masyarakat di era digital. Meskipun bisa dimaknai sebagai bentuk kreativitas dan adaptasi zaman, tetap perlu kontrol dan edukasi yang tepat agar kegiatan tersebut tidak berujung negatif, baik bagi individu maupun lingkungan sosialnya.

Digitalisasi memang membuka banyak peluang, namun tetap harus diimbangi dengan literasi dan arahan agar tidak menimbulkan fenomena miris yang meresahkan.

Share: Facebook Twitter Linkedin